panelarrow

Hidup Bersama Diabetes

Hidup Bersama Diabetes

mengkudu

Tanaman Obat Untuk Diabetes

| 0 comments

Beruntung sekali kita tinggal di Indonesia yang kaya akan pilihan tanaman obat. Tanaman obat mempunyai efek yang mirip seperti insulin dalam tubuh manusia. Tanaman obat tersebut mampu menurunkan kadar gula darah yang berlebihan pada penderita penyakit diabetes. Biasanya tanaman obat dikombinasikan dengan pola makan yang sehat dan olahraga yang teratur untuk mengendalikan kadar gula darah.

Salah satu penyebab dari meningkatnya jumlah penderita diabetes mellitus di Indonesia adalah karena tingginya konsumsi karbohidrat. Salah satu buktinya adalah dengan adanya kekurangan stok beras pada daerah tertentu, padahal Indonesia termasuk negara penghasil beras di dunia.

Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat bisa menyebabkan tubuh memproduksi gula secara berlebihan di dalam darah. Gula darah yang berlebihan itu sendiri bisa menimbulkan penyakit diabetes.

Padahal bila sudah terkena, penyakit ini hanya bisa diatasi dengan pengendalian gula darah. Sedangkan pengendalian gula darah itu harus dilakukan dengan pengaturan pola makan dan rutin berolahraga.

Tanaman obat juga bisa dimanfaatkan untuk membantu mengendalikan gula darah karena kemampuan kerjanya mirip insulin. Tanaman obat ini bisa digunakan dalam jangka panjang tanpa harus mengalami efek sampingseperti halnya obat-obatan kimia.

Tanaman obat berfungsi membangun kembali jaringan yang rusak serta menyembuhkan komplikasi dan membantu menurunkan gula darah dengan mekanisme menghambat penyerapan gula berkat kadar seratnya yang tinggi. Misalnya tanaman pare yang mampu memperbaiki sel beta pankreas.

Bila anda ingin menggunakan pengobatan herbal melalui tanaman obat sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda.

Berikut adalah beberapa jenis tanaman obat yang mampu menurun kadar gula darah yang tinggi :

1. Mahkota Dewa

Efek farmakologi: obat disentri, antiradang, eksim, dan sakit kulit.

Cara penggunaan : sekitar 5 iris buah mahkota dewa diseduh dengan 200 cc air panas (1 gelas). Lalu tutup dan biarkan sebentar agar larut. Setelah itu minum langsung.

2. Brotowali

Efek farmakologi : menghilangkan rasa sakit (analgesik), menurunkan panas (anti piretik)

Cara penggunaan : siapkan 6 cm batang brotowali, cuci bersih, lalu potong-potong. Tambahkan sepertiga genggam daun sambiloto dan sepertiga daun kumis kucing. Lalu rebus dengan tiga gelas sampai berubah menjadi dua gelas. Sebaiknya diminum setelah makan.

3. Mengkudu

Efek farmakologi : memperbaiki sel beta pankreas dan reseptor insulin yang tidak berfungsi dengan baik.

Cara penggunaan : dua buah mengkudu masak diparut, tambahkan sedikit air kapur. Aduk sampai merata. Peras dengan sepotong kain lalu diminum.

4. Lidah buaya

Efek farmakologi : antiradang, pencahar

Cara penggunaan : 1 lembar lidah buaya dibuang durinya lalu dicuci bersih kemudian dipotong-potong. Rebus lidah buaya dengan tiga gelas air sampai menjadi satu setengah gelas. Minum 3 x1,5 gelas setiap habis makan.

5. Pare

Efek farmakologi : antiradang, sifatnya dingin. Charantin dan polypeptide-P di dalam pare merangsang sel beta pankreas mengeluarkan insulin.

Cara penggunaan : 200 gram buah pare segar dipotong-potong, lalu direbus atau dibuat jus. Kemudian airnya diminum.

6. Teh Hijau

Efek farmakologi : polifenol di dalam teh meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Efek teh hijau terhadap insulin ini pernah diteliti oleh Hiroshi Tsuneki dkk dan diterbitkan dalam jumal BMC Pharmacology edisi 2004.

Cara penggunaan : satu sendok tek daun teh hijau diseduh dengan air panas. Sebaiknya diminum setelah makan.

 

Leave a Reply

Required fields are marked *.